PANDEGLANG, – Krisis kepercayaan Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Gabungan Mahasiswa dan Alumni (GAMA) Universitas Mathla’ul Anwar Banten dinyatakan dengan aksi unjuk rasa jilid II pada, Selasa (7/05/2024).
Para pengunjuk rasa yang melibatkan puluhan mahasiswa gabungan da juga alumni konsisten meminta sejumlah tuntutan diantaranya dugaan korupsi KIP di UNMA Banten agar dikupas secara tuntas, dan menindak tegas dugaan pungli di FSFK UNMA Banten serta membatalkan SK pemberhentian dekan FHS UNMA Banten karena adanya dugaan fitnah terhadapnya.
Selain itu aksi yang masih berlangsung di UNMA Banten yang meminta pembatalan SK PJS dekan FHS UNMA Banten serta PBMA yang diminta segera ambil sikap membatalkan SK yang tak sesuai prosedur hukum.
Kepada wartawan Yana selaku Korlap Aksi menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi krisis kepercayaan yang membuat keprihatinan atas tidak dilakukannya prosedur pemberhentian seseorang yang memegang jabatan di UNMA Banten juga adanya dugaan kebiadaban pejabat di lingkungan UNMA Banten tentang adanya fitnah.
“Jika terus begini tanpa adanya respon serta tindakan dari PBMA maka krisis kepercayaan akan terjadi dan publik menilai apa yang terjadi di UNMA Banten sebagai prahara yang penting untuk dituntaskan dengan serius, dan Aksi ini sebagai bentuk perlawanan atas kesewenangan yang terjadi dilingkungan UNMA,” jelas Yana.
Yana juga mengatakan bahwa aksi akan terus digelar tentunya untuk membuat efek jera agar kejadian ini tidak terjadi kembali, dan ini sebagai bentuk pernyataan sikap para mahasiswa dan alumni.
“Ini adalah sikap kami, jika tidak ada respon positif maka kami akan terus maju-maju dan maju untuk menyuarakannya,” ujarnya.
Ditambahkan Yana bahwa Gerakan Gabungan Mahasiswa dan Alumni UNMA Banten akan terus konsisten untuk mengawal persoalan ini dan Universitas Matla’ul Anwar Pusat yang beralamat di Sodong Pandeglang Banten akan terus didatangi para pengkritisi untuk menyampaikan aspirasinya.
“Dugaan adanya tindakan mengkambinghitamkan ini patut diduga sebagai penyebab utama huru – hara jika tetap dibiarkan begitu saja dan tidak segera ditangani maka kami yakin krisis kepercayaan itu akan terjadi,” imbuhnya.
Untuk itu dijelaskan Yana, berlangsungnya aksi Jilid II aksi GAMA ini bentuk pernyataan sebagai tuntutan keadilan terhadap Pemecatan Dekan Fakultas Hukum dan Sosial.
“Terkait dugaan Pungli serta mosi tidak percaya terhadap Para Pejabat UNMA kian merebak, Mahasiswa dan Alumni bergerak dengan menyampaikan pendapat di muka umum, dan Aksi yang di lakukan pada selasa 8 Mei 2024 tersebut dilakukan oleh puluhan Aktifis dengan menggunakan full sound system,” pungkas Yana
@ di